Top
Fungsi firewall pada jaringan komputer
fade
624
post-template-default,single,single-post,postid-624,single-format-standard,eltd-core-1.0,flow-ver-1.0,eltd-smooth-scroll,eltd-smooth-page-transitions,ajax,eltd-blog-installed,page-template-blog-standard,eltd-header-standard,eltd-sticky-header-on-scroll-down-up,eltd-default-mobile-header,eltd-sticky-up-mobile-header,eltd-menu-item-first-level-bg-color,eltd-dropdown-default,wpb-js-composer js-comp-ver-4.9.2,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-700
Title

Fungsi firewall pada jaringan komputer (TLJ)

firewall

Fungsi firewall pada jaringan komputer (TLJ)

Loading

Firewall adalah perangkat atau sistem yang digunakan untuk melindungi jaringan komputer dari serangan eksternal. Firewall akan memfilter paket data yang masuk dan keluar dari jaringan dan hanya mengizinkan paket data yang sesuai dengan aturan yang ditentukan untuk masuk atau keluar dari jaringan.

Firewall dapat diterapkan pada tingkat jaringan (network firewall) atau pada tingkat sistem operasi (host-based firewall). Network firewall akan mengontrol lalu lintas jaringan pada tingkat jaringan, sementara host-based firewall akan mengontrol lalu lintas pada tingkat sistem operasi.

Firewall dapat mengizinkan atau menolak akses berdasarkan berbagai kriteria seperti alamat IP sumber, nomor port, dan protokol jaringan. Firewall juga dapat digunakan untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan, seperti Virtual Private Network (VPN) dan Intrusion Prevention System (IPS).

Sejarah Firewall

Sejarah firewall dimulai pada tahun 1988. Saat itu, Digital Equipment Corporation (DEC) mengembangkan firewall pertama yang dikenal dengan nama DEC SEAL. Firewall ini dibangun untuk melindungi jaringan DEC dari serangan luar. DEC SEAL menggunakan teknologi filtering paket data yang sama dengan firewall saat ini.

Setelah itu, firewall mulai populer dan dikembangkan oleh berbagai perusahaan dan organisasi. Pada tahun 1993, Cisco Systems memperkenalkan firewall pertama yang dapat digunakan pada jaringan komersial. Pada tahun 1996, Check Point Software Technologies memperkenalkan firewall pertama yang dapat mengontrol lalu lintas jaringan berdasarkan aplikasi.

Selanjutnya, firewall mulai dikembangkan dengan fitur-fitur yang lebih canggih dan dapat digunakan pada berbagai jenis jaringan. Pada tahun 2000-an, firewall mulai diterapkan pada perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan pada jaringan rumah dan jaringan kecil.

Sekarang, firewall merupakan komponen penting dari keamanan jaringan komputer dan digunakan pada jaringan komersial, organisasi pemerintah, dan jaringan rumah.

Fungsi Utama Firewall

Fungsi utama firewall adalah untuk melindungi jaringan dari serangan eksternal dan mengontrol lalu lintas jaringan. Firewall dapat digunakan untuk melakukan beberapa tugas utama, antara lain:

  1. Filtering paket: Firewall dapat menyeleksi paket data yang masuk dan keluar dari jaringan, dan hanya mengizinkan paket yang sesuai dengan aturan yang ditentukan untuk masuk atau keluar dari jaringan.
  2. Autentikasi: Firewall dapat digunakan untuk melakukan autentikasi pengguna yang ingin mengakses jaringan.
  3. Enkripsi: Firewall dapat digunakan untuk melakukan enkripsi data yang dikirimkan melalui jaringan.
  4. Monitoring: Firewall dapat digunakan untuk memantau lalu lintas jaringan dan mencatat aktivitas jaringan yang mencurigakan.
  5. Blocking malware: Firewall dapat digunakan untuk memblokir malware yang mencoba masuk ke jaringan.
  6. Control access : Firewall dapat digunakan untuk mengontrol akses ke jaringan dan membatasi akses hanya untuk pengguna yang sah.
  7. Virtual Private Network (VPN) : Firewall dapat digunakan untuk membuat koneksi jaringan yang aman dan menyembunyikan aktivitas jaringan dari pihak eksternal.

Aplikasi Firewall

Ada beberapa aplikasi firewall yang dapat digunakan untuk melindungi jaringan komputer, di antaranya:

  1. Windows Firewall: Ini adalah firewall bawaan yang tersedia pada sistem operasi Windows. Windows Firewall dapat digunakan untuk mengontrol lalu lintas jaringan dan menyeleksi paket yang masuk atau keluar dari jaringan.
  2. ZoneAlarm: Ini adalah aplikasi firewall yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows. ZoneAlarm menyediakan fitur filtering paket, autentikasi, dan monitoring jaringan.
  3. Norton Firewall: Ini adalah aplikasi firewall yang dikembangkan oleh Symantec. Norton Firewall dapat digunakan untuk melindungi jaringan dari serangan eksternal dan mengontrol lalu lintas jaringan.
  4. Comodo Firewall: Ini adalah aplikasi firewall yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows. Comodo Firewall menyediakan fitur filtering paket, autentikasi, dan monitoring jaringan.
  5. Outpost Firewall: Ini adalah aplikasi firewall yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows. Outpost Firewall menyediakan fitur filtering paket, autentikasi, dan monitoring jaringan.
  6. iptables : ini adalah aplikasi firewall yang dapat digunakan pada sistem operasi Linux dan Unix. IPtables dapat digunakan untuk mengontrol lalu lintas jaringan dan menyeleksi paket yang masuk atau keluar dari jaringan.
  7. pfSense : ini adalah firewall open source yang dapat digunakan pada sistem operasi BSD. pfSense menyediakan fitur filtering paket, autentikasi, VPN, dan monitoring jaringan.

 

suntoro

Seorang pembelajar yang antusias terhadap ilmu di bidang teknologi informasi saat ini sedang belajar dalam bidang Network Security, fraud detections dan IT Audit. Sangat suka membuat tulisan tentang teknologi berbasis open source dan juga suka dunia pendidikan.