Top
OSI Layer (Open System Interconnection)
fade
611
post-template-default,single,single-post,postid-611,single-format-standard,eltd-core-1.0,flow-ver-1.0,eltd-smooth-scroll,eltd-smooth-page-transitions,ajax,eltd-blog-installed,page-template-blog-standard,eltd-header-standard,eltd-sticky-header-on-scroll-down-up,eltd-default-mobile-header,eltd-sticky-up-mobile-header,eltd-menu-item-first-level-bg-color,eltd-dropdown-default,wpb-js-composer js-comp-ver-4.9.2,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-700
Title

OSI Layer

OSI

OSI Layer

Loading

OSI (Open Systems Interconnection) layer adalah sebuah model arsitektur jaringan yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana informasi ditransmisikan melalui jaringan komputer. Model ini terdiri dari 7 lapisan yang berbeda, yaitu lapisan fisik, lapisan data link, lapisan jaringan, lapisan transportasi, lapisan sesi, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi.

Lapisan fisik merupakan lapisan yang paling dasar dari model OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur bagaimana perangkat keras jaringan seperti kabel, hub, dan switch bekerja. Lapisan data link merupakan lapisan yang berfungsi untuk menjamin bahwa data yang diterima sesuai dengan data yang dikirimkan. Lapisan jaringan bertanggung jawab untuk menentukan bagaimana paket data diteruskan dari satu jaringan ke jaringan lain.

Lapisan transportasi bertanggung jawab untuk menjamin bahwa data yang diterima sesuai dengan data yang dikirimkan dan menangani masalah seperti pengiriman data yang terputus-putus. Lapisan sesi bertanggung jawab untuk mengelola sesi antara dua perangkat jaringan. Lapisan presentasi bertanggung jawab untuk mengonversi data dari format yang digunakan oleh aplikasi menjadi format yang dapat diterima oleh jaringan dan sebaliknya.

Lapisan aplikasi merupakan lapisan yang paling atas dari model OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan antarmuka yang digunakan oleh aplikasi untuk mengakses jaringan.

Model OSI sangat berguna dalam memahami bagaimana jaringan komputer bekerja dan menge troubleshoot masalah jaringan. Setiap lapisan dari model OSI memiliki peran yang berbeda dalam menjamin bahwa data diteruskan dengan benar dan tepat waktu dari satu perangkat ke perangkat lain.

Di dunia nyata, beberapa vendor membuat perangkat jaringan yang hanya mengimplementasikan beberapa lapisan dari model OSI, namun model OSI masih digunakan sebagai acuan dalam menganalisis dan memahami arsitektur jaringan.

Sejarah OSI Layer

Sejarah OSI layer dimulai pada tahun 1977, ketika ISO (International Organization for Standardization) mulai bekerja pada proyek untuk mengembangkan sebuah model arsitektur jaringan yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda untuk membuat perangkat jaringan yang saling berhubungan. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menciptakan standar yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan perangkat jaringan yang dapat bekerja dengan baik bersama.

Model OSI dikembangkan oleh ISO dan diterbitkan sebagai standar ISO 7498 pada tahun 1984. Model ini terdiri dari 7 lapisan yang berbeda, yaitu lapisan fisik, lapisan data link, lapisan jaringan, lapisan transportasi, lapisan sesi, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi. Setiap lapisan memiliki peran yang berbeda dalam menjamin bahwa data diteruskan dengan benar dan tepat waktu dari satu perangkat ke perangkat lain.

Walaupun model OSI diterbitkan sebagai standar pada tahun 1984, namun implementasinya dalam produk jaringan baru mulai terlihat pada tahun 1990-an. OSI Layer banyak digunakan sebagai acuan dalam menganalisis dan memahami arsitektur jaringan sampai saat ini.

OSI layer telah menjadi dasar dari banyak standar jaringan yang digunakan saat ini, seperti TCP/IP, yang menjadi standar dari internet. OSI layer telah menjadi dasar dalam pemahaman jaringan komputer dan menjadi acuan dalam pengembangan perangkat jaringan.

Fungsi OSI Layer

OSI layer (Open Systems Interconnection) merupakan model arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh ISO (International Organization for Standardization) yang terdiri dari 7 lapisan yang berbeda. Fungsi dari setiap lapisan dalam OSI layer adalah sebagai berikut:

  1. Lapisan fisik (Physical Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan koneksi fisik antara perangkat jaringan. Lapisan ini menentukan standar untuk kabel, konektor, dan perangkat fisik lainnya.
  2. Lapisan data link (Data Link Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengontrol akses fisik ke media jaringan dan mengatur aliran data antar perangkat. Lapisan ini juga menangani pengiriman data paket yang dapat dilakukan dengan metode akses kontrol seperti CSMA/CD atau token passing.
  3. Lapisan jaringan (Network Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur rute paket data melalui jaringan dan menangani masalah-masalah alamat. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk menentukan jalur terbaik untuk pengiriman paket data.
  4. Lapisan transportasi (Transport Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur aliran data antar aplikasi dan memastikan bahwa data diteruskan dengan benar dan tepat waktu. Lapisan ini juga menangani masalah pengiriman data yang rusak atau hilang.
  5. Lapisan sesi (Session Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengatur sesi komunikasi antar perangkat jaringan. Lapisan ini juga menangani masalah-masalah sinkronisasi dan pengelolaan sesi.
  6. Lapisan presentasi (Presentation Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengubah format data yang akan diteruskan ke aplikasi dan menangani masalah-masalah kompresi dan enkripsi.
  7. Lapisan aplikasi (Application Layer) : Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan layanan aplikasi kepada pengguna, seperti FTP, HTTP, atau email. Lapisan ini juga menangani masalah-masalah pengelolaan aplikasi dan komunikasi antar aplikasi.

Secara keseluruhan, OSI layer memastikan bahwa data dapat diteruskan dengan benar dan tepat waktu dari satu perangkat ke perangkat lain, serta dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang berbeda

suntoro

Seorang pembelajar yang antusias terhadap ilmu di bidang teknologi informasi saat ini sedang belajar dalam bidang Network Security, fraud detections dan IT Audit. Sangat suka membuat tulisan tentang teknologi berbasis open source dan juga suka dunia pendidikan.